HANTARAN KATA

Segala Puja dan Puji hanya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang pengatur semesta Alam. Kami selaku Pengasuh Majelis Mawar Qodiriyah, mengucapkan banyak berterima kasih atas segala perhatian dan kunjungan anda terhadap blog kami. Dengan segala kerendahan hati blog ini kami buat untuk memberikan suatu penghayatan bagi kalangan yang berminat pada ilmu ghaib dan benda bertuah. ini bukan sebagai suatu standar werk, melainkan untuk mengembangkan apa yang kami pelajari bertahun-tahun, khususnya di bidang ilmu ghaib dan benda bertuah, yang mungkin bukan barang baru, tetapi selalu ada pintu besar sebagai keagungan dan kebesaran Tuhan sebagai misteri yang belum di buka.

Sudah sejak ribuan tahun yang silam, masalah atau kendala hidup adalah merupakan gangguan dalam kehidupan yang sangat mencemaskan. Karena di anggap sebagai suatu gejala yang akan memporak-porakan kehidupan seseorang. Maka sejak itu pulalah manusia berusaha mencari jalan keluarnya sebagai upaya untuk mengatasi berbagai masalah tantangan atau kendala yang ada. Di zaman sekarang yang serba sulit ini sebagai manusia perlu sekali pegangan yang dapat mengatasi berbagai tantangan dan kendala hidup tersebut. Yaitu dengan menggunakan kekuatan Spiritual dan Supranatural dengan sarana Ilmu Ghaib atau Benda Bertuah yang bernuansa Magis.

Yang bertujuan membantu secara pribadi untuk melepaskan diri dari suatu kondisi yang membelenggu, yang bersandar pada kekuatan Illahi. Oleh karena itulah, kami bermaksud membuka ijazah keilmuan jarak jauh serta memaharkan benda-benda bertuah yang bernuansa ghaib, kepada siapa saja yang betul-betul serius membutuhkan, di mana keilmuan dan benda bertuah tersebut bisa di manfaatkan secara mandiri dan serba praktis, sebagai manusia yang selalu di hadapkan pada masalah, tantangan dan kendala dalam kehidupan, dan hidup harus serba cepat agar mampu mengatasi berbagai problem dan masalah dengan tepat pula.

Ibarat seseorang yang akan menyelesaikan masalah maka yang utama adalah mencari jalan keluar, dan mencari jalan keluar bukanlah suatu proses sekali jadi melainkan suatu proses usaha yang harus di lakukan dengan tekun dan sunguh-sungguh. Banyak cara yang di lakukan dan salah satunya adalah cara Supranatural cara Supranatural pada hakekatnya tetap merupakan cara Natural, tetapi karena membutuhkan suatu kepekaan hati dan daya tangkap batin yang tajam maka tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Oleh karena itu kami bermaksud ingin membantu sesama yang saat ini banyak di landa tantangan dan kendala dalam kehidupan, dan terkadang masalah itu tidak bisa di atasi dengan cara biasa. Sebagai manusia biasa perlu adanya ikhtiar, usaha dengan kekuatan batin untuk mengimbanginya. Dan kami ingin mengantarkan solusi tersebut. Karena kami tidak bisa menjamah dan bertemu secara langsung, maka dengan kehadiran ilmu gaib dan benda bertuah tersebut, semoga mampu menyapu berbagai tantangan dan kendala tersebut.

Mengenai keberadaan ilmu ghaib dan benda bertuah memang sejak lama sudah menjadi masalah kontroversial, dan masing-masing dari mereka punya pendapat yang benar. sebaiknya memandang dari sudut yang luas jangan di pandang dari satu sisi sudut konsep agama semata-mata, sehingga tidaklah perlu di perdebatkan dan di pertentangkan bahkan di permasalahkan oleh agama apapun, karena ilmu ghaib dan benda bertuah itu masalah basic budaya. Ilmu gaib dan Benda bertuah merupakan suatu Budaya, Sarana, Sugesti, Motivasi, Adat istiadat, Tradisi, Sejarah serta Kepercayaan yang telah lama mengakar di dunia sebagai pengakuan akan adanya kekuatan daya Supranatural.

Kami harapkan mampu untuk menambah pengetahuan kita semua atau setidak-tidaknya menambah wawasan pengetahuan ilmu gaib atau benda bertuah dan sekaligus berfungsi sebagai petunjuk, pegangan, berbagai tujuan hidup, baik yang memburu ilmu gaib atau benda-bertuah, hobyist maupun kolektor di Indonesia dan Dunia. Apabila memang anda masih ingin mendapat keterangan lebih lanjut sejauh informasi di blog ini dan di rasa kurang cukup kami persilahkan Via sms, Via menelpon atau lewat email, karena memang ruang ini memiliki ketebatasan halaman, tali sirahturami dan persaudaraan akan tetap terbuka dan dari pulau Balikpapan - Kalimantan Timur ( Indonesia ). Akhiranya kami ucapkan banyak terima kasih.

Kamis, 31 Januari 2013

SIMBOL MAJELIS MAWAR QODIRIYAH




Bunga Mawar adalah bunga yang banyak mengajarkan dan  memberi pelajaran dalam kehidupan kita yang tiada pernah sempurna dan tidak akan kekal abadi. Segala rasa yang timbul dari diri, hati kita,  yang paling dalam, atau pikiran kita tidak ubahnya seperti bunga mawar. Bunga Mawar adalah bunga yang indah dan menawan yang membuat setiap orang ingin memetik dan memilikinya, dan pada saatnya dia akan gugur dan mati dan akan tiba saatnya ia lenyap dari kehidupan ini.

Meskipun tanpa menggunakan kata-kata sebenarnya dia ingin berkata kepada kita. Sesungguhnya tidak ada yang kekal dan abadi, bahkan apa saja yang sekarang kita lihat indah sekarang ini pada suatu saat akan menjadi sesuatu yang terbuang dan tiada berarti.

Bunga mawar mengajarkan kepada kita janganah menjadi seorang manusia yang lemah, mudah terbawa oleh perasaan, dan janganlah pula suka mencari kesenangan, kebahagiaan atau keindahan hanya sesaat karena hal tersebut akan memberi kita suatu kehampaan belaka dan akan menimbukan luka yang sangat dalam.

Bunga Mawar di pandang sebagai suatu bahasa simbol dari hidup dan kehidupan yang lebih bersifat rohaniah dari pada lahiriah. Di dalam filosofis simbolisme dan mistikisme bunga mawar oleh sifatnya yang total mendalam ini kami ungkapkan dengan lambang, lambang bisa berupa cerita, perumpamaan, warna, rupa dan lain sebagainya. Bunga mawar adalah lambang hidup dan kehidupan manusia, sedangkan manusia adalah makhluk yang paling ajaib dan penuh dengan misteri. 

Tak ada satu manusia pun di dunia ini yang mampu mengenal manusia secara tunta, apa yang di ketahui oleh manusia itu hanyalah sedikit sekali. Betapapun suami dan istri mengenal dan mencintai pasangannya dan betapapun cinta kasih sayang seorang ibu bergaul dengan anaknya, namun orang lain atau anak itu tetap menjadi teka-teki dan misteri bagi ibunya.

Bahkan dirinya sendiri pun sebetulnya juga merupakan suatu teka teki dan misteri bagi dirinya sendiri. Manusia berkeinginan mencoba untuk melakukan refleksi dan mendapatkan jawaban tentang misteri manusia. Apa dan siapa manusia itu ...? dan siapakah aku ini ...?.

Berbicara mengenai mawar  hampir selalu di kait-kaitkan sosok tanaman yang memiliki keunikan dan memiliki ciri khas tersendiri di banding dengan bunga lainnya, bagaimana kita melihat bunga mawar, apakah yang lebih nampak duri-durinya atau justru kelopak bunganya yang indah, bunga mawar bisa di petik, ini adalah sebuah hikmah atau pelajaran bagi yang berpikir positif akan lebih mengagumi keindahan mawar dan bagi orang yang suka berpikir negatif mereka hanya melihat duri-durinya.

Sesungguhnya cinta adalah sebuah nikmat dari Tuhan yang harus kita jaga, susah dan senang berasal darinya, mawar juga bunga cinta, jika tiada suatu rasa yang benar-benar bertekad untuk mempertahankan cinta tersebut, ajan tetapi bila cinta tersebut cinta antara makhluk akan binasa. segala cerita yang telah tergores akan terhapus dengan begitu mudahnya, dan saat kita hanya menyukai segala sesuatunya hanya dari sisi luar atau hanya dari keindahan sesaat, maka kehancuranlah yang menanti. sebenarnya cinta adalah suatu nikmat  dari Tuhan yang harus kita jaga, sedih dan senang berawal darinya. 

Belajar dari filosofi bunga mawar dia adalah sosok bunga yang hidup secara mandiri di dalam kesederhanaannya dan tanpa iri melihat keindahan atau kemewaan yang ada di sekelilinya, namun bunga mawar  tetap akan memberikan keindahan yang mempersona dan bermanfaat bagi orang lain. dia bisa tumbuh di tempat yang tandus sekalipun, dia juga di petik tak dapat lagi tumbuh tetapi mawar tersebut tidak akan langsung mati, keindahan sang mawar tetap ada saat ia belum layu.

Mawar sudah terbiasa hidup di atas tangkai yang kecil serta dahannya yang penuh oleh duri yang menantang namun mawar tetap mampu mengatasinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dan ketika sampai pada puncak kesuburannya sebagai kejayaannya mawar tetap tidaklah dia sombong dan ketika layu pun ia harus turun dari keudukannya dia tidak prustasi namun secara selangkah demi selangkah mawar akan menyesuaikan diri untuk memahami dan menerima serta menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak ada yang kekal abadi.  

Kami selaku Pengasuh Majelis Mawar Qodiriyah menjadikan dan mengadopsi Bunga Mawar sebagai nama dan simbol karena bunga mawar memiliki arti dan makna yang sangat mendalam. Sesungguhnya  apa arti dan makna di balik rahasia sebenarnya …?  

Mawar adalah bunga yang indah rupanya, bermacam-macam warnanya ada merah Tua, Merah Muda, Hitam dan ada pula yang Putih, semuanya menawan hati. Begitu pula bentuknya yang bulat/bundar berkelopak-kelopak sangat menarik perhatian. Karena itulah dalam dunia sastra Mawar menjadi simbol kecantikan dan sering kali gadis yang mempersona di ibaratkan sebagai Bunga Mawar.

Firman Allah Swt. Di dalam Kitab Suci Al’Quran menyatakan “ Faa’ijan saq’qotis samaa’u faka’nat wardhatan kad’dihaani ”   Artinya : Maka apabila langit telah terbelah maka ia menjadi Mawar merah seperti kilauan minyak. ( QS Ar-Rahman ayat 37 ).

Dalam dunia Sufi, Mawar pun menjadi simbol paling tidak di lingkungan Tarekat Sufi yang mula-mula berkembang di Bagdad ini mengambil Mawar sebagai simbol. Namun bagi kaum Qodiriyah,  Mawar di jadikan simbol bukan karena harum baunya dan indah rupanya.   

Tapi karena berkaitan dengan peristiwa yang dialami oleh Sulthan Aulia Syekh Abdul Qodir A-Jailani pendiri tarekat Qodiriyah tersebut. Dan Qodiriyah adalah dua nama yang tidak akan terpisahkan karena nama Qodiriyah diambil dari namanya Abdul Qodir, artinya : pengikut Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. 

Sebenarnya yang memberi nama bukanlah beliau sendiri melainkan para murid-muridnya, untuk membedakan dengan penganut tarekat yang lain, karena memang selain Tarekat Qodiriyah banyak juga tarekat-tarekat yang lain yang sudah lama berkembang.  

Nama sebenarnya beliau adalah Syekh Abdul Qodir Al-Kilaniy/Al-Jailani pembangun Tarekat Qodiriyah. Istilah “ Jailani ” yang artinya “ telah tajalli Allah kepadaku ” sedang mencantumkan gelar “ Al-Kilaniy ” adalah menunjukkan tempat kelahiran beliau di desa Kilani yang berada di wilayah Iraq.

Tarekat juga dapat diartikan “ Organisasi ” karena didalam tarekat tersebut ada Struktur kepemimpinan dan aturan yang mengikat sesama anggota, begitu pula di dalam lingkungan Tarekat Qodiriyah ada aturan yang harus dipatuhi, dan aturan itu mengatur hubungan antara sesama saudara seperguruan dan hubungan antara murid dengan guru.  

Aturan tersebut sama sekali tidak di rasakan berat, karena ada hubungan emosional yang sangat kuat diantara majlis, jamaah, apa pun yang di perintahkan guru pasti dengan senang hati di laksanakan dan dikerjakan oleh para murid.   Setiap Pesantren, perguruan, padepokan, paguyuban, majelis atau suatu perusahan, dll, memiliki suatu makna simbol tersendiri, begitu juga dengan ( Majelis Mawar Qodiriyah )  yang mengambil dan mengadopsi simbol nama Mawar tersebut.  

Yang bersangkut paut dengan peristiwa yang di alami oleh Sulthan Aulia Syekh Abdul Qodir A-Jailani pendiri Tarekat Qodiriyah tersebut.  Syekh Syihabuddin Umar Suhrawardi salah satu tokoh Tarekat Qodiriyah menceritakan “ Bahwa pada suatu hari Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berangkat meninggalkan kampung halamannya menuju Bagdad, Kota yang saat itu menjadi pusat kebudayaan Islam pada waktu itu. 

Perjalanan ini bukan perjalan biasa, tetapi perjalanan yang istimewa, beliau pergi untuk meningkatkan derajat ruhani.  Dalam perjalanan itu beliau di bimbing oleh Nabi Khoidir As, sebagai pemimpin ruhani, yang pernah mengajari Nabi Musa As, dan menjumpai Sufi terkemuka seperti Ibrahim bin Adham, Malik bin Dinar, Sufyan Ats Tsauri, Abu Yazid Al Bustami dan lain-lainnya “.

Sesampainya di tempat tujuan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di sambut oleh seorang Syekh bernama Ali Al-Wahidi Al-Qodiri, Syekh tersebut menyodorkan sebuah cawan berisi air. Hal ini sebuah isyarat bahwa Bagdad sudah di penuhi orang-orang Suci sehingga tidak ada tempat bagi yang lain, juga bagi Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.  

Isyarah itu di jawab oleh Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dengan meletakkan sekutum Bunga Mawar di atas cawan berisi air tersebut, yang artinya Bagdad masih menyisahkan tempat bagi dirinya. Melihat hal demikian itu semua yang hadir serentak berkata  ‘’ Syekh adalah Mawar kami ’’.   Dan di kemudian hari para murid-murid beliau mengambil Mawar sebagai simbol mereka, selama beberapa generasi dan simbol tersebut  di pertahankan secara turun temurun hingga sekarang.

STRUKTUR MAWAR

1. Mawar itu terdiri dari lingkaran putih, helai daun, paduan warna dengan 7 kelopak bunga, semua itu mengandung makna tersendiri.

2 . Lingkaran putih terdiri dari luar dan dalam antara lain : A . Bagian luar : Terdiri atas Syariat dan Tarekat, adapun Syariat melambangkan perbuatan atau ucapan. sedang Tarekat melambangkan hati atau suatu amalan.  

B . Bagian dalam : Terdiri atas Hakekat dan Marifat, adapun Hakekat melambangkan nyawa atau penglihatan ruhani terhadap Tuhan, sedangkan Marifat itu rahasia atau kenyataan yang sebenarnya, Hakekat tidak akan dapat di pisahkan kecuali oleh orang yang memiliki Marifat.

3 . lima helai daun itu melambangkan lima keutamaan bagi kaum muslim yaitu : Syahadat, Sholat,   Puasa, Zakat dan ibadah haji.

4 . Enam helai daun melambangkan enam karakter keimanan yaitu : Percaya kepada Allah swt. Percaya kepada Malaikat, Percaya kepada Kitab, Percaya kepada Rasul-rasulnya, Percaya hari Kiamat, Percaya kepada Qadha dan Qhadar.

5 . Tujuh helai daun melambangkan melambangkan tujuh ayat Al-Quran, jadi seluruh helai daun berjumlah delapan belas mengandung arti bahwa Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi delapan belas alam.

Dalam hadist Qudsi Allah berfirman ( Laulakalaulaka ma kholaqtul as’ya’a ).  Dan artinya : “ Kalau bukan engkau, kalau bukan engkau ( Hai Muhammad ) tidak kujadikan semua alam” Muhammad adalah rahmat bagi alam semesta dan segala isinya. Rahmat selalu ada dimana-mana, waktu yang lalu, sekarang atau yang akan datang. Rahmat datang dari sifat Rahmaniyah dan Rahimiyah Allah swt. Sifat tidak terpisah dengan Zatnya.

6 . Selanjutnya warna yang ada pada Mawar itu mempunyai arti tersendiri seperti : warna kuning melambangkan Syariat, warna putih melambangkan Tarekat, warna hitam melambangkan Hakekat, warna merah melambangkan Marifat.

A . Adapun Syariat yang di artikan “ Tata hukum ” di sadari bahwa dialam semesta ini tidak ada yang terlepas dari apa yang di namakan “ Hukum ” termasuk untuk manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai hamba Allah, perlu di atur dan di tata sehingga terciptalah keteraturan yang menyangkut hubungan antar manusia dan manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhannya.

B . Adapun Tarekat yang di artikan “ Jalan ” untuk mengetahui adanya suatu jalan, perlu juga mengetahui “ Cara ” untuk melintas jalan agar tujuan kita tidak salah langkah /kesasar. Tujuan adalah kebenaran,  maka cara untuk melintas jalan harus dengan benar pula.

C . Adapun Hakekat yang di artikan “ Kebenaran ” atau kenyataan asal yang sebenar-benarnyanya, kebenaran dalam hidup dan kehidupan inilah yang harus di cari dan ini pulalah yang di tuju manusia yang sebenarnya.

D . Adapun Marifat di artikan “ Mengenal ” siapa yang mengenal dirinya, sesungguhnya dia dapat mengenal Tuhannya. Diri ini penuh dengan serba ketergantungan, kekurangan, kelemahan, di banding dengan Allah yang memiliki kebesaran, kekuasaan dan kekekalan serta memiliki sifat-sifat kesempurnaan.

E . Keempat bagian ini ( Syariat, Tarekat, Hakekat dan Marifat ) adalah sudah merupakan satu kesatuan yang tidak akan bisa di pisah-pisahkan masing-masing, apabila gugur atau lepas salah satunya berarti gugur lepas pula keseluruhannya.

7 . Sedangkan kelopak bunga itu terdiri dari tujuh helai yang melambangkan tujuh nama Tuhan, yang di ucapkan di dalam berzikir.  

A .  Pertama : lafad, la ilaha ilalloh dengan cahaya biru.  
B . Kedua :  lafad, Allah dengan cahaya kuning.
C . Ketiga : lafad, Hu dengan cahaya merah.
D . Keempat : lafad, Hayyu dengan cahaya putih.
E . Kelima : lafad, Wahid dengan cahaya hijau.
F . Keenam : lafad, Aziz dengan cahaya hitam.
G . Ketujuh : lafad, Wadud tanpa warna cahaya. 

Ke tujuh warna tersebut melambangkan cahaya putih ( Allah ) dengan delapan belas gumpalan darah beku melambangkan huruf Hijaiyah dalam kata ( Hayyu ). Huruf ( Ha ) nilainya angka 8 sedang huruf ( Ya ) nilainya angka 10,  jadi jumlahnya semua 18.  

Dan di tengah-tengah bunga mawar tersebut terdapat Cincin Nabi Sulaiman As, kalimat Sulaiman terdiri dari 5 huruf Hijaiyah yaitu : Sin, Lam, Ya, Mim, dan Nun. ( Huruf Sin artinya : Terbebas dari kelemahan. Huruf Lam artinya : Cenderung akan kehalusan. Huruf Ya artinya : Kekuatan visi spiritual. Huruf Mim artinya : Keakraban dengan sahabat. Huruf Nun artinya : Doa dan salam hanya bagi milik Allah semata-mata ). 

Di kalangan ilmu tasawuf atau ulama sufi banyak yang mengungkapkan ajaran dengan ilustrasi berupa isyarah huruf, meskipun hal itu tidak bisa di jadikan suatu rumusan yang bisa di sebutkan sebagai dalil atau nas. Tetapi pengertian yang di tangkap dari rumusan itu memberikan kepuasan tersendiri bagi kalangan sufi dan para saliknya.  

Lebih-lebih kalangan ahli hikmah beranggapan bahwa huruf dan angka merupakan bagian yang tidak bisa di pisahkan dan di tinggalkan, huruf dan angka tersebut memiliki daya magis, memiliki rahasia, tidak akan dapat memahaminya kecuali orang-orang yang Allah pilih.

Untuk mencapai tingkatan dalam ilmu tasawuf di atas jalannya sangat sukar dan sulit, tidak semudah seperti seseorang naik kelas atau naik tingkatan di Universitas. Oleh karena itu pengetahuan ini di sebut “ Jananasandhi “ ( rahasia pengetahuan ) atau yang belum terbuka mata hatinya. mengingat pengalaman spiritual itu bersifat individuil/pribadi, maka tingkatan-tingkatan tersebut bukanlah suatu keharusan. Dan proses tatarannya tidaklah sama bagi tiap-tiap orang.

 Sedang persyaratan yang menentukan untuk dapat menemukannya adalah atas Ridho dan kemurahan Tuhan sendiri, manusia tidak mungkin dapat memaksa Tuhan untuk menampakkan dan menyatakan dirinya. Tuhan hanya dapat di pahami dengan pengetahuan Tuhan sendiri dan sinar cahayanya hanya dapat sampai ke manusia kalau Tuhan menghendakinya.