Wednesday, January 28, 2015

Ilmu Karomah Al Fatihah



Surah Al-Fatihah memiliki makna-makna dalam kitab Al-Quran yang diasaskan dengan maksud-maksud secara ijmal, terdiri daripada Usul Ad’din dan cabang-cabangnya seperti : Akidah, Ibadah, Tasyri, Itikad dengan Hari Akhirat, beriman dengan sifat-sifat Allah yang mulia, mengesahkannya dalam beribadat, meminta pertolongan dan doa.  

Surah Al-Fatihah adalah ibu dari Al-Quran yang sangat dalam untuk di kaji dan di pelajari. Al-Fatihah memiliki tujuh ayat, tujuh ayat dalam Al-Fatihah bila di satukan dua ayat-dua ayat, maka  seolah-olah berbentuk kalimah syair,sajak yang ujungnya di samakan yaitu memiliki huruf Mim atau huruf Nun di akhir setiap ayatnya. 

Ada ayat yang berakhir dengan “ Mim “ dan ada ayat yang akhirnya dengan “ Nun “. Ayat ini seolah-olah memiliki bagian akhirnya yang di pasang-pasangkan.  Di dalam tujuh Al-Fatihah ada hikmah yang besar, serta isyarat yang berhubungan erat antara manusia dengan Tuhannya. 

Banyak sekali Hadits Rasulullah yang menunjukkan akan keistimewaan Al-Fatihah baik penempatannya sebagai bacan wajib dalam sholat dan di baca sekurang-kurangnya 17 kali dalam sehari semalam 17 rakaat jumlahnya dalam lima waktu sholat hal ini membuktikan betapa besarnya keistimewaan Al-Fatihah tersebut.

Dalam Hadis yang di riwayatkan oleh Bukhari Muslim, Rasulullah Saw bersabda : “ Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Fatihah Al-kitab “   

Oleh karena itu surat Al-Fatihah di namakan sebagai ummul qur’an ( induknya Al-Qur’an ), dan juga di sebut sebagai As-Sab’ul Matsaani yang artinya tujuh ayat yang di ulang-ulang dalam shalat. Allah Swt telah menyatakan tentang 7 ayat yang di ulang-ulang. 

Firman Allah Swt : “ Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ( wahai Muhammad )  tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya ”  (  QS. Al-Hijr : 87 ).

Al-Fatihah adalah surat yang menyimpan butiran butiran rahasia-rahasia akan alam semesta dan di manapun kita mencari khasiat sebuah kekuatan maka muaranya akan menuju ke muara samudra Al-Fatihah, Satu ayat dari Al-Fatihah juga memilki satu bagian rahasia tubuh manusia yang memang memiliki 7 tempat dan kedudukan rahasia dalam tubuh semua manusia.  

Pertama :  Akal. Kedua : Fisik. Ketiga :  Penglihatan. Keempat : Penciuman. Kelima :  Pengrasa. Keenam :  Ruh. Ketujuh  : Kematian.  ketujuh hal tersebut berada di dalam batang tubuh manusia dan menjadi rahasia yang jarang di ketahui oleh anak cucu adam. 

Sesungguhnya langit dan bumi serta semesta alam tersimpan dalam kandungan Al-Fatihah.   Al-Fatihah tercipta jauh sebelum para Malaikat, Jin dan Manusia serta Alam semesta ini di ciptakan oleh Allah Swt.   

Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat yang memiliki arti 7 lapis bumi dan 7 lapis langit serta setiap satu ayat dari Al-Fatihah adalah simbol dari rahasia alam semesta, Tujuh lapis bumi, Tujuh kali tawaf, dan yang utama adalah Tujuh hijab yang ada dalam diri yang menghalangi jiwamu untuk menemukan Zat Allah atau Nur Ilahi. Inilah kandungan utama Kebenaran yang di jelaskan ayat demi ayat dalam Al-Fatihah. 

Adapun Isyarat Tujuh ayat Surah Al-Fatihah di hitung dari dari " Bismillahorrohmanirrohim" sampai dengan " Waladl-dhollin " dengan huruf ( Ayat 1 - 19 huruf.  Ayat 2 - 18 huruf. Ayat 3 -  13 huruf. Ayat 4 - 12 huruf. Ayat 5 -  19 huruf. Ayat 6 - 19 huruf. Ayat 7 - 44 huruf ). Keunikkan terdapat pada akhir ayat AlFatihah 4 huruf Nun ( ayat no.2,4,5,7 ) dan 3 huruf mim ( ayat no 1,3,6 ). 

Awalnya engkau tidak memahami apa-apa dengan kata Biss, lalu disana ada Huruf Mim yang menyambung pada kata Allah dan jadilah : “ Bismillah “  Awalnya adalah engkau terpisah seperti terpisahnya titik yang dibawa huruf “ Ba “, Namun di penghujung ketika engkau memahami kebenaran dan melebur menjadi kebenaran, engkau berada di dalam cawan huruf “ Ba “ dan “ Ba “ telah menjadi “ Nun “ pada penghujung ayat ini yakni : “ Waladl’dhollin “.   

Huruf “ Nun “ mengisyaratkan Asma/nama Allah Nur sedangkan huruf “ Mim “ mengisyaratkan Asma/nama rasul Muhammad. 4 Nun isyarat Asma Allah yang qodim identik dengan 4 kata dalam Kalimah Syahadah isyarat Hak Allah ta’ala yang Qodim. Sedangkan 3 Mim mengisyaratkan Asma/nama rasul yang muhaddas  ( baharu ) identik dengan 3 kata dalam kalimah Syahadah isyarat hak rasul /muhaddas.   

Shalat adalah bentuk percakapan rahasia antara Allah dengan hamba. Percakapan ini terutama melalui bacaan Induk Kitab Suci ( Al-Fatihah ), Shalat adalah langkah pertama dan terakhir dalam perjalanan menuju Tuhan,

sebagaimana Nabi Muhammad adalah Nabi paling awal dan paling akhir dari mata rantai kenabian. Rasulullah saw pernah mengatakan bahwa shalat akan mengangkat hijab, membuka pintu kasyaf sehingga hambanya berdiri di hadapannya. 

Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang-orang yang sedang membaca Surah Al-Fatihah di dalam sembahyang, hendaklah memperhatikan bacaannya karena dia sedang bercakap-cakap dengan Tuhannya, Hal ini untuk menambah kekhusyuan dalam sembahnyang, karena sesungguhnya orang yang sedang sholat itu pada hakekatnya sedang melakukan Mi’raj kepada Tuhan. 

Rasululloh Saw  bersabda : “ Sholat itu adalah mi’rajnya orang mumin “. 

Jadi mi’rajnya umat muslim adalah shalat, tanpa mengerjakan shalat maka tidak ada mi’raj. Oleh karena itu shalat adalah wajib dan shalat juga yang membedakan Muhammad dan umatnya dengan kaum kafir, shalat bisa di lihat dari gerak perlambang dan doa,dzikir, gerakan shalat bukan sekadar gerak tanpa makna, tetapi sebuah tindak menulis ayat Allah dan merealisasikannya. 

Orang yang membaca Al-Quran untuk mendapatkan petunjuk tentang hakikat dirinya guna mengenal Allah dan melakukan shalat untuk menulis hakikat diri. Ini berarti pula bahwa dengan shalat seorang akan melahirkan kandungan hakikat kediriannya, seperti sebuah pena yang mengalirkan tinta saat di pakai untuk menulis. 

Apa yang di tulis dalam shalat adalah hakikat kemanusiaan, yakni bahwa manusia sesungguhnya adalah adam atau tiada, dan eksistensinya muncul adalah lantaran eksistensi Allah yang di pancarkan melalui Nur Muhammad. 

Oleh karena itu seseorang mengangkat tangannya dan berseru “ Allahu Akbar ” maka samalah artinya dengan mengorbankan diri dalam kesatuan.

Jika kesadaran tertentu telah di capai dalam tingkatan keesaan, maka ia akan menunduk, yang mencapai puncaknya dalam sujud. Dalam posisi sujud, otak, rasio di letakkan lebih rendah dari pada hati, bisa di katakan rasio haruslah menjadi aspek sekunder dalam mendekati Tuhan. 

Sebagaimana di katakan dalam Hadist Qudsi : “ Alam semesta tak bisa menampung Allah, hanya hati yang bisa menampung Allah ” . 

Sujud melambangkan penghapusan diri, diri keakuan, begitu berhadapan dengan Tuhan dan bercakap intim dengannya, menjadi sadar akan hakikat dirinya sendiri. Maka dia sujud, menghapuskan diri, yang berarti sang hamba tenggelam dalam fana fillah, penghapusan dalam penghapusan,  pertama di hapuskan lagi maka jadilah dia pada baqabillah. 

Fana fillah menjadikan seseorang adam, tiada, yang merupakan hakikat dirinya. karena kehapusan diri maka mereka berada dalam pandangan Allah maka ia hapus dalam keabadian Allah, baqabillah, sehingga ia mengalami hidup yang sebenarnya,

Dengan pelenyapan diri dalam keesaan Allah berarti pula baqa bersama Allah. Seorang yang sujud dalam arti sebenar-benarnya akan keluar  sementara dunia dan masuk ke dalam sisi Tuhan, dari sisi lain dalam pengertian shalat sebagai doa. 

Marilah kita pandang dari sudut lain, yakni kita pandang dari segi pragmatis maka kandungan Al-Fatihah dan isi di dalamnya bukan hanya ilmu pengetahuan yang lahir dan batin saja, tetapi juga dapat membantu menghadapi tantangan dan kendala dalam kehidupan dan juga bisa melahirkan keajaiban - keajaiban dalam kehidupan manusia.

Dalam kitab-kitab Ulama Sufi menafsirkan Ilmu Al-Fatihah tidak menonjokan segi Ilmu Fikihnya melainkan dari segi Ilmu Spiritualnya.  Di dalamnya tersimpan ratusan bahkan ribuan rahasia dan keutamaan yang teramat agung, baik dalam kandungan arti, hikmah serta kegunaannya.  Oleh sebab itu harus di kaji dan di pahami, pada umumnya hanya sedikit sekali yang mengetahui. 

Dengan kurangnya pengetahuan mengenai akan rahasia dan manfaatnya yang terkandung dalamnya, Hal ini di karenakan minimnya rasa keyakinan atau karena sudah tersugesti bahwa kalimah Al-Fatihah sering di baca sehingga menjadi terlalu mudah dan di anggap hal biasa dalam pikiran kita sendiri, memang pada umumnya manusia berfikir begitu bahwa sesuatu yang mudah/biasa adalah mudah dan biasa pula rahasia serta manfaatnya. 

Banyak para Auliya dan Ahli Hikmah yang di karuniai pengetahuan tentang Ilmu rahasia, khasiat dan keutamaan serta pengamalannya. Terkadang suatu ilmu itu sama nama dan sama manfaatnya, tetapi yang membedakan tata cara pengamalan dan penggunaannya, Yang menjadi pertanyaan sekarang ..... ?. Bagaimana khasiat atau keutamaannya bisa di realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari ..... ?.  

Kami mengijazahkan program keilmuan yang mudah di mengerti dan sederhana untuk menerapkan aplikasi suatu ilmu pada zaman sekarang.   Karomah Ilmu Al-Fatihah banyak serat akan manfaat baik untuk berbagai tujuan serta memiliki pengamalan yang mudah, sehingga kalangan orang awam, orang biasa pun dapat mengamalkannya. Adapun manfaat  ilmu Al-Fatihah antara lain :  

KAROMAH ILMU AL-FATIHAH
  
A . MAUNAH AL-FATIHAH  : Sarana mengisi agar benda jadi bertuah, menarik, memindahkan khodam dalam benda, batu, rumah, pohon, dll.  mencari sumber air, arah kiblat,  silat gaib menghadirkan segala macam jurus tanpa belajar.  memanggil roh seseorang baik yang masih hidup atau sudah mati, khodam atau makhluk gaib di sekitar kita melalui. menerawang melihat jin pusaka dgn mata terbuka, menerawang khodam dalam tangan serta mengambil dan menarik bangsa Jin atau makhluk halus. untuk mencari sumber penyakit dalam tubuh apa penyakit medis atau penyakit non medis,  menyabut segala macam penyakit yang medis maupun segala penyakit non medis.  mengobati anak rewel suka nangis,  Dan manfaat lainnya. 

B . GAIB AL-FATIHAH   : Sarana agar dikarunia ilmu laduni.  agar cepat menerima rahasia gaib.  agar kebal dari segala senjata tajam maupun senjata tumpul.  mengobati segala macam penyakit,  mengobati santet, sihir atau gunan-guna, meneralkan sihir, ilmu hitam,  membuat air atau minyak pengobatan,  pembuka pintu rezeki,  penglarisan usaha.  mengunci mulut ular atau hewan berbisa. Sarana mengobati penyakit yang terkena bisa binatang, pagar gaib dan perlindungan. kekuatan tubuh,  mengunci kendaraan agar tidak di ambil orang,  mengembalikan barang yang hilang. segala macam kerjaan di mudahkan oleh Allah. Dan manfaat lainnya. 

C . ASROR AL-FATIHAH  : Sarana bertemu wali atau para ruh,  berjumpa dengan leluhur secara langsung atau dalam tidur agar mengajarkan berbagai ilmu.  melihat khadam diri sendiri dalam tidur.  memperpanjang usia orang yang sakit parah.  pukulan jarak jauh,  memudahkan anak yang susah bicara.  memudahkan dalam memancing ikan,  membuang susuk,  mengangkat derajat. Sarana menghilangkan kesialan dalam tubuh.  pengasihan lawan jenis.  mengunci pasangan agar tidak selingkuh.  agar di karunia anak.  mendatangkan orang jarak jauh.  memutuskan hubungan cinta. merukun suami istri.  menyembuhkan tumor, kanker. mengobati penyakit kelainan homo,lesbian. Dan manfaat lainnya. (  Di Maharkan. Hub : 0852 4624 5567 )

KETERANGAN 

A . Mas kawin keilmuan atau Mahar keilmuan di atas, untuk menghargai waktu Kami dalam menyediakan syarat dan bahan Khotaman ilmu jarak jauh serta layanan jasa spiritual, Sedangkan yang Anda maharin adalah bentuk fisik dari suatu produk yang Anda pesan dan pelajari.

B . Bagi Anda yang berminat dengan program ini di persilahkan datang langsung ke Majelis kami,  Atau bisa di pelajari dari jarak jauh, tidak perlu datang kealamat kami dan penyempurnaan keilmuan bisa di pandu lewat jarak jauh ( Keilmuan di atas bisa diwariskan/diturunkan kepada anak keturunan atau orang lain ) 

C . Kita akui yang namanya ilmu gaib/spiritual memang sukar untuk di pelajari oleh sebab itulah Majelis kami menyiapkan Diktat Panduan ilmu secara tertulis + Rajah Karomah + Garam asmak bertujuan untuk  penyelaras agar keilmuan yang di pelajari akan mudah serta mempercepat dan memperlancar dalam mengamalkan keilmuan apa pun.